Beberapa Peringatan Penting
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada huruf-huruf tipis, huruf syiddah dan jahr, qalqalah, ha, dan sin, beserta contoh lafazhnya.
تَنْبِيهَاتٌ
Setelah membahas makhraj dan sifat, Imam Ibnul Jazari memberi peringatan tentang kesalahan yang sering terjadi. Umumnya kesalahan itu muncul karena huruf terpengaruh oleh huruf tebal di dekatnya.
فَرَقِّقَنْ مُسْتَفِلًا مِنْ أَحْرُفِوَحَاذِرَنْ تَفْخِيمَ لَفْظِ الْأَلِفِHuruf-huruf istifal pada dasarnya dibaca tipis (tarqiq). Hati-hati agar alif tidak ikut ditebalkan ketika huruf sebelumnya tipis. Alif mengikuti huruf sebelumnya: tebal setelah huruf tebal, tipis setelah huruf tipis.
كَهَمْزِ الْحَمْدُ أَعُوذُ اهْدِنَااللَّهِ ثُمَّ لَامِ لِلَّهِ لَنَا• Jangan menebalkan hamzah pada: الْحَمْدُ، أَعُوذُ، اهْدِنَا، اللَّهِ. Hamzah sering ikut tebal karena berdekatan dengan huruf ha atau lam lafzhul jalalah. • Jangan menebalkan lam pada: لِلَّهِ، لَنَا.
وَلْيَتَلَطَّفْ وَعَلَى اللَّهِ وَلَا الضْوَالْمِيمِ مِنْ مَخْمَصَةٍ وَمِنْ مَرَضْ• Lam juga tetap tipis pada: وَلْيَتَلَطَّفْ، عَلَى اللَّهِ، وَلَا الضَّالِّينَ, meskipun berdekatan dengan huruf tebal atau lafzhul jalalah. • Mim tetap tipis pada: مَخْمَصَةٍ، مَرَضٌ, walaupun diikuti kha atau ra yang tebal.
Sudah memahami materi ini?