Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Tilawah Al-Qur'an termasuk ibadah yang paling utama. Berikut dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang menunjukkan besarnya pahala membaca dan mempelajarinya.
فَضْلُ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ
Membaca Al-Qur'an bukan sekadar aktivitas membaca. Ia adalah ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Karena itu, Allah memerintahkannya di banyak tempat dalam Al-Qur'an, misalnya: • "Bacakanlah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Kitab Tuhanmu." (Al-Kahf: 27) • "Bacalah bagian Al-Qur'an yang mudah bagimu." (Al-Muzzammil: 20) • Perintah kepada Nabi ﷺ untuk menyembah Allah, termasuk golongan muslim, dan membacakan Al-Qur'an. (An-Naml: 91–92)
Hadits-hadits Nabi ﷺ juga menegaskan keutamaannya:
1. Setiap huruf bernilai pahala. Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an mendapat satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Nabi ﷺ menjelaskan bahwa "alif lam mim" bukan satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. (HR. At-Tirmidzi)
2. Orang terbaik adalah yang mempelajari Al-Qur'an lalu mengajarkannya. (HR. Al-Bukhari, dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu)
3. Pembaca yang sudah mahir akan bersama para malaikat yang mulia. Pembaca yang masih terbata-bata dan merasa berat tetap mendapat dua pahala, yaitu pahala membaca dan pahala kesungguhannya. (Muttafaqun 'alaih, dari Aisyah radhiyallahu 'anha)
4. Nabi ﷺ pernah bertanya kepada para sahabat di shuffah, siapa yang mau setiap pagi pergi ke Buthan atau 'Aqiq dan pulang membawa dua unta gemuk tanpa berbuat dosa. Ketika mereka semua menginginkannya, beliau menjelaskan bahwa belajar atau membaca dua ayat Al-Qur'an di masjid lebih baik daripada dua unta, tiga ayat lebih baik daripada tiga unta, dan begitu seterusnya. (HR. Muslim, dari Uqbah bin Amir)
Sudah memahami materi ini?