Lam Lafzhul Jalalah dan Hukum-Hukum Lainnya
Lam pada lafazh Allah, tingkatan tebal huruf isti'la, menjaga huruf sukun, membedakan huruf yang mirip, serta kaidah idgham mitslain dan mutajanisain.
اللَّامَاتُ وَأَحْكَامٌ مُتَفَرِّقَةٌ
Bab ini dimulai dengan hukum lam pada lafazh "Allah", lalu dilanjutkan dengan beberapa hukum yang beragam.
وَفَخِّمِ اللَّامَ مِنِ اسْمِ اللَّهِعَنْ فَتْحٍ اوْ ضَمٍّ كَعَبْدُ اللَّهِLam pada lafazh "Allah" dibaca tebal jika huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah, seperti: قَالَ اللَّهُ، عَبْدُ اللَّهِ. Jika huruf sebelumnya berharakat kasrah, lam dibaca tipis, seperti: بِسْمِ اللَّهِ، لِلَّهِ.
وَحَرْفَ الِاسْتِعْلَاءِ فَخِّمْ وَاخْصُصَاالِاطْبَاقَ أَقْوَى نَحْوُ قَالَ وَالْعَصَاHuruf-huruf isti'la selalu dibaca tebal. Di antara huruf isti'la, huruf ithbaq (ص ض ط ظ) lebih tebal daripada yang lain. Contoh: ketebalan qaf pada قَالَ tidak setebal shad pada الْعَصَا.
وَبَيِّنِ الْإِطْبَاقَ مِنْ أَحَطتُ مَعْبَسَطتَ وَالْخُلْفُ بِنَخْلُقْكُمْ وَقَعْ• Ketika huruf ithbaq bertemu huruf yang sejenis makhrajnya, sifat ithbaq-nya tetap harus terdengar walaupun hurufnya dilebur (idgham naqish), seperti: أَحَطتُ، بَسَطتَ. Tha tidak boleh berubah sepenuhnya menjadi ta. • Pada نَخْلُقكُّمْ (Al-Mursalat: 20) ada dua cara baca: qaf dilebur sempurna ke kaf (idgham kamil), atau sifat isti'la qaf masih terdengar (idgham naqish). Yang lebih masyhur adalah idgham kamil.
Sudah memahami materi ini?