Tafsir ayat 193
وَاِنْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَتَّبِعُوْكُمْۗ سَوَۤاءٌ عَلَيْكُمْ اَدَعَوْتُمُوْهُمْ اَمْ اَنْتُمْ صٰمِتُوْنَ
Wa in tad‘ūhum ilal-hudā lā yattabi‘ūkum, sawā'un ‘alaikum ada‘autumūhum am antum ṣāmitūn(a).
Jika kamu (orang-orang musyrik) menyeru mereka (berhala-berhala itu) untuk memberi petunjuk kepadamu, mereka tidak akan memenuhi seruanmu. Sama saja (hasilnya) buatmu, apakah kamu menyeru mereka atau berdiam diri.
Tafsir tahlili
Allah swt menyatakan dalam ayat ini kepada kaum musyrikin bahwa jika mereka memohon kepada berhala-berhala itu agar memberi petunjuk kepada mereka sebagaimana mereka memohon kepada Allah agar memberi kebaikan, tentulah berhala-berhala itu tidak dapat memberi petunjuk ke jalan yang menuju cita-cita mereka atau ke jalan yang menuju keselamatan mereka dari kesulitan dan kesukaran yang menimpa mereka. Berhala-berhala itu tidak dapat mengikuti keinginan mereka, dan tidak pula memperkenankan permohonan mereka. Keadaannya sama saja apakah penyembah-penyembah berhala itu memohon sesuatu kepada berhala itu ataukah mereka tidak minta apa-apa. Berhala itu tidak akan paham permohonan mereka, tidak mendengar dan tidak pula memikirkan apa yang diucapkan kepada mereka.
Patutkah sesuatu yang memiliki sifat-sifat di atas itu disembah. Seharusnya yang disembah itu ialah Allah Yang memberi manfaat kepada yang menyembah-Nya. Yang memberi hukuman kepada yang berbuat maksiat kepada-Nya. Yang menghancurkan musuh-musuh-Nya. Yang memberikan petunjuk kepada yang taat kepada-Nya, dan mendengarkan doa-doa orang-orang yang berdoa kepada-Nya.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.