Tafsir ayat 79
فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ
Fatawakkal ‘alallāh(i), innaka ‘alal-ḥaqqil mubīn(i).
Maka, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) berada di atas kebenaran yang nyata.
Tafsir tahlili
Setelah menerangkan sifat-sifat-Nya Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui, Allah memerintahkan Rasul supaya bertawakal sepenuhnya dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya. Dialah yang memberi kecukupan dan memberi pertolongan untuk mengalahkan musuh-musuh agama, karena Muhammad benar-benar berada di atas kebenaran yang nyata. Perintah Allah kepada Nabi Muhammad supaya bertawakal kepada-Nya mengandung arti yang dalam. Isinya melarang Nabi untuk terpengaruh apalagi putus asa karena melihat orang-orang kafir selalu keras kepala, tidak menghiraukan malahan mencemoohkan seruannya. Walaupun Nabi keras kemauannya untuk mengislamkan mereka, namun bila hati mereka belum dibukakan oleh Allah, tetap saja mereka tidak akan beriman, sesuai dengan firman-Nya:
وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ ١٠٣
Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yūsuf/12: 103)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.