Tafsir ayat 56
وَلَقَدْ اَرَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَاَبٰى
Wa laqad araināhu āyātinā kullahā fa każżaba wa abā.
Sungguh Kami benar-benar telah memperlihatkan kepadanya (Fir‘aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya.472) Namun, dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
472) Yang dimaksud dengan tanda-tanda di sini adalah tanda-tanda kenabian Nabi Musa a.s. Pada pertemuan Nabi Musa a.s. dengan Fir‘aun ini, mukjizat yang diperlihatkan baru dua, yaitu tongkat menjadi ular dan tangan Nabi Musa a.s. menjadi putih bercahaya.
Tafsir tahlili
Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah memperlihatkan dan memperkenalkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan bukti-bukti kebenaran kenabian Musa berupa mukjizat yang telah diberikan kepada Musa, namun Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya tetap ingkar dan mendustakan Musa dan tidak mau beriman kepada apa yang disampaikan kepadanya, sekalipun mereka itu pada hakekatnya telah meyakini kebenarannya, sebagaimana firman Allah:
وَجَحَدُوْا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَآ اَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَّعُلُوًّا
“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.” (an-Naml/27: 14)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.