Tafsir ayat 56
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ فَلَا يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيْلًا
Qulid‘ul-lażīna za‘amtum min dūnihī falā yamlikūna kasyfaḍ-ḍurri ‘ankum wa lā taḥwīlā(n).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah mereka yang kamu anggap (tuhan)430) selain Dia. Mereka tidak akan mampu menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengalihkannya.”
430) Maksudnya adalah apa yang diyakini mereka sebagai tuhan, yaitu berhala, malaikat, jin, dan sebagainya.
Tafsir tahlili
Sabab nuzul ayat ini ialah sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhārī dari Ibnu Mas’ūd bahwa ada manusia yang menyembah manusia dan jin. Jin tersebut sebagian masuk Islam, dan sebagian lagi tetap dalam keyakinannya. Maka turunlah ayat ini.
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya agar mengatakan ke-pada kaum musyrikin Mekah ucapan berikut ini, “Pada saat kamu ditimpa bahaya, seperti kemiskinan dan serangan penyakit, cobalah panggil mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah, apakah tuhan-tuhan itu mampu menghilangkan bahaya yang menimpa kamu?” Maka dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mereka anggap tuhan itu tidak akan mampu menolak bahaya atau memindahkannya kepada orang lain. Sebab, mereka memang tidak mempunyai kekuasaan untuk melakukan yang demikian. Yang mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk menghilang-kan bahaya itu ialah Pencipta alam semesta ini dan sekaligus Pencipta mereka, yaitu Allah Yang Maha Esa. Oleh karena itu, Allah itulah yang harus disembah.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.
Lihat di mushaf · hal. 287