Tafsir ayat 54
ثُمَّ اِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُوْنَۙ
Ṡumma iżā kasyafaḍ-ḍurra ‘ankum iżā farīqum minkum birabbihim yusyrikūn(a).
Kemudian, apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan darimu, tiba-tiba segolongan dari kamu mempersekutukan Tuhan mereka (dengan yang lain).
Tafsir tahlili
Kemudian Allah swt mengungkapkan bahwa apabila Allah mengabulkan permintaan mereka yaitu menghilangkan kesulitan yang dideritanya, mereka segera berbalik mempersekutukan tuhan-tuhan yang lain kepada Allah, dan menyembah patung-patung itu kembali. Mereka tidak mau lagi mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Demikianlah tipu daya mereka.
Allah swt berfirman:
وَاِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُوْنَ اِلَّآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا نَجّٰىكُمْ اِلَى الْبَرِّ اَعْرَضْتُمْۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ كَفُوْرًا ٦٧ (الاسراۤء)
Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur). (al-Isrā’/17: 67)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.