Tafsir ayat 72
لَعَمْرُكَ اِنَّهُمْ لَفِيْ سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
La‘amruka innahum lafī sakratihim ya‘mahūn(a).
(Allah berfirman,) “Demi umurmu401) (Nabi Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (demi melampiaskan hawa nafsu).”
401) Sumpah Allah yang demikian ini menunjukkan kemuliaan beliau di sisi-Nya.
Tafsir tahlili
Ayat ini menerangkan penegasan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw bahwa perbuatan homoseksual dan lesbian yang dilakukan kaum Luṭ benar-benar perbuatan keji dan sesat, karena itu wajib dijauhi dan ditinggalkan.
Orang Arab biasa bersumpah dengan menyebut umur seseorang. Dalam ayat ini Allah swt bersumpah dengan umur dan kehidupan Nabi Muhammad saw yang tujuannya ialah untuk menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad saw.
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang bersumpah dalam ayat ini ialah para malaikat. Mereka menyatakan perbuatan kaum Luṭ yang demikian itu keterlaluan. Akan tetapi, pendapat ini dibantah oleh riwayat yang mengatakan bahwa Allah swt tidak pernah bersumpah dengan menyebut umur nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain, kecuali menyebut umur Nabi Muhammad saw. Hal ini semata-mata untuk menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.