Tafsir ayat 47
فَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ مُخْلِفَ وَعْدِهٖ رُسُلَهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍۗ
Falā taḥsabannallāha mukhlifa wa‘dihī rusulah(ū), innallāha ‘azīzun żun tiqām(in).
Oleh karena itu, jangan sekali-kali engkau mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan,
Tafsir tahlili
Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt tidak akan memungkiri janji-Nya, betapapun besarnya rencana jahat orang-orang kafir itu, janganlah dikira bahwa Allah akan menyalahi janji yang telah dibuat-Nya dengan para rasul. Janji itu ialah: Allah pasti menolong rasul-rasul-Nya dan orang-orang yang beriman besertanya, sehingga mereka memperoleh kemenangan. Demikian pula Allah tidak akan menyalahi janji-Nya untuk mengazab orang kafir di akhirat nanti, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya yang terdahulu:
اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ
Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (Ibrāhīm/14: 42)
Pada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa Dia Mahaperkasa dan Mahakeras siksa-Nya. Tidak seorangpun yang sanggup menghindarkan diri dari tuntutan-Nya. Dia pasti membalas dan menyiksa orang-orang yang menghalang-halangi rasul-rasul-Nya.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.