Hamzah Washal
Cara memulai bacaan dari hamzah washal: kapan dibaca dhammah, kasrah, atau fathah, pada kata kerja maupun kata benda.
هَمْزَةُ الْوَصْلِ
Hamzah washal adalah hamzah yang dibaca ketika memulai bacaan, tetapi gugur ketika disambung dengan kata sebelumnya. Dalam mushaf biasanya ditandai dengan alif yang di atasnya ada tanda shad kecil (ٱ).
وَابْدَأْ بِهَمْزِ الْوَصْلِ مِنْ فِعْلٍ بِضَمّْإِنْ كَانَ ثَالِثٌ مِنَ الْفِعْلِ يُضَمّْPada kata kerja (fi'il), lihatlah huruf ketiganya. Jika huruf ketiga berharakat dhammah asli, hamzah washal dibaca dhammah. Contoh: اُدْعُ، اُنْظُرْ، اُخْرُجْ.
وَاكْسِرْهُ حَالَ الْكَسْرِ وَالْفَتْحِ وَفِيالَاسْمَاءِ غَيْرَ اللَّامِ كَسْرُهَا وَفِي• Jika huruf ketiganya berharakat kasrah atau fathah, hamzah washal dibaca kasrah. Contoh: اِضْرِبْ، اِرْجِعُوا، اِذْهَبْ، اِعْلَمُوا. • Pada kata benda (isim) yang tidak diawali al ta'rif, hamzah washal dibaca kasrah. • Pada al ta'rif, hamzah washal dibaca fathah. Contoh: اَلْحَمْدُ، اَلْكِتَابُ.
ابْنٍ مَعَ ابْنَةِ امْرِئٍ وَاثْنَيْنِوَامْرَأَةٍ وَاسْمٍ مَعَ اثْنَتَيْنِKata benda dengan hamzah washal di dalam Al-Qur'an, yang semuanya dibaca kasrah ketika memulai: اِبْنٌ (anak laki-laki), اِبْنَةٌ (anak perempuan), اِمْرُؤٌ (seorang laki-laki), اِثْنَانِ / اِثْنَيْنِ (dua), اِمْرَأَةٌ (seorang perempuan), اِسْمٌ (nama), dan اِثْنَتَانِ / اِثْنَتَيْنِ (dua, untuk perempuan). Hal yang sama berlaku pada mashdar dari fi'il khumasi dan sudasi, seperti: اِنْتِقَامٌ، اِسْتِغْفَارٌ.
Sudah memahami materi ini?