Hukum Ra: Tebal dan Tipis
Ra dibaca tebal dalam delapan keadaan, tipis dalam empat keadaan, dan boleh keduanya pada dua kasus khusus.
الرَّاءُ
Ra adalah huruf yang hukum tebal-tipisnya paling beragam. Patokannya adalah harakat ra itu sendiri. Jika ra sukun, yang dilihat adalah harakat huruf sebelumnya.
Ra dibaca tebal pada delapan keadaan: ① Ra berfathah: رَمَضَانَ، الْقُرَىٰ ② Ra sukun, huruf sebelumnya berfathah: مَرْيَمَ، نَرْتَعْ ③ Ra sukun, huruf sebelumnya juga sukun (selain ya), dan sebelum itu ada fathah: وَالْفَجْرِ، وَالْوَتْرِ ④ Ra berdhammah: رُزِقُوا، تَعْبُرُونَ ⑤ Ra sukun, huruf sebelumnya berdhammah: الْقُرْآنُ ⑥ Ra sukun, huruf sebelumnya juga sukun, dan sebelum itu ada dhammah: الْغَفُورُ، خُضْرٍ ⑦ Ra sukun setelah kasrah, tetapi dalam kata yang sama sesudahnya ada huruf isti'la yang tidak berkasrah. Kasus ini hanya ada pada lima kata: قِرْطَاسٍ، وَإِرْصَادًا، مِرْصَادًا، لَبِالْمِرْصَادِ، فِرْقَةٍ ⑧ Ra sukun setelah kasrah yang bersifat sementara ('aridh), baik terucap maupun tidak: ارْجِعُوا، ارْتَبْتُمْ، أَمِ ارْتَابُوا، رَبِّ ارْحَمْهُمَا Cara mudah mengenali keadaan kedelapan: ra sukun yang didahului hamzah washal.
Ra dibaca tipis pada empat keadaan: ① Ra berkasrah: رِجَالٌ، يَعْرِفُونَهَا ② Ra sukun setelah kasrah asli, dan sesudahnya tidak ada huruf isti'la: فِرْعَوْنَ، يَغْفِرْ ③ Ra sukun karena waqaf, huruf sebelumnya sukun, dan sebelum itu ada kasrah: حِجْرٍ، السِّحْرَ ④ Ra sukun karena waqaf yang didahului ya sukun, baik ya mad maupun ya lin: بَصِيرٌ، خَيْرٌ
Ra yang boleh dibaca tebal atau tipis: 1. Kata فِرْقٍ ketika bacaan disambung, pada ayat فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ (Asy-Syu'ara: 63). Di sini ada dua hal yang saling tarik: ra sukun setelah kasrah (alasan tipis) dan ra diikuti huruf isti'la qaf (alasan tebal), tetapi qafnya berkasrah. Kata ini hanya ada di satu tempat. • Jika berhenti dengan sukun pada kata ini, ra dibaca tebal, karena kasrah pada qaf ikut hilang. • Jika berhenti dengan raum, kedua cara tetap boleh.
2. Kata مِصْرَ dan الْقِطْرِ ketika berhenti. Ra sukun didahului huruf isti'la yang sukun, dan sebelum huruf isti'la itu ada kasrah. • مِصْرَ muncul di empat tempat: Yunus 87, Yusuf 21 dan 99, serta Az-Zukhruf 51. Contoh: وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ (Yusuf: 99) • الْقِطْرِ muncul di satu tempat: وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ (Saba': 12) • Ketika bacaan disambung, ra pada مِصْرَ tebal karena berfathah, sedangkan ra pada الْقِطْرِ tipis karena berkasrah. • Imam Ibnul Jazari memilih untuk mengikuti keadaan washal: ketika berhenti, ra pada مِصْرَ ditebalkan dan ra pada الْقِطْرِ ditipiskan.
Sudah memahami materi ini?